LUMINASIA.ID, Makassar — Kota Makassar menjadi pusat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus penyerap kredit terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochammad Muchlasin, mengungkapkan capaian ini dalam kegiatan Jurnalis Update yang digelar di Kantor OJK Sulselbar, Jumat (15/8/2025).
Muchlasin menjelaskan, jumlah UMKM di Sulsel mencapai 1.574.446 unit, dan Makassar menempati posisi teratas dengan 211.696 unit atau 13,43 persen dari total UMKM.
"Posisi kedua ditempati Kabupaten Jeneponto dengan 10,05 persen, disusul Kabupaten Takalar sebesar 8,49 persen," paparnya.
Sebagian besar UMKM bergerak di sektor perdagangan, reparasi mobil dan motor, serta penyediaan akomodasi dan makanan-minuman.
Dari sisi pembiayaan, total kredit UMKM di Sulsel mencapai Rp61,62 triliun per Juni 2025. Makassar kembali menjadi penyerap terbesar dengan Rp23,87 triliun.
Posisi berikutnya adalah Kota Palopo dengan Rp3,91 triliun, Parepare Rp3,41 triliun, dan Bone Rp3,07 triliun.
Selain itu, Kabupaten Luwu Utara menyerap Rp2,47 triliun dan Kabupaten Gowa Rp2,4 triliun.
Muchlasin juga menyebutkan bahwa jumlah debitur UMKM terbanyak berada di Makassar dengan 261.770 debitur, disusul Luwu Utara dengan 54.449 debitur, serta Gowa sebanyak 50.621 debitur.
Menurut Muchlasin, geliat UMKM menjadi motor penting dalam mendorong penyaluran kredit dan menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.
Ia menekankan bahwa sektor perdagangan dan jasa masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi, dan OJK bersama perbankan akan terus memperkuat akses pembiayaan agar UMKM semakin produktif.

