LUMINASIA.ID, Jakarta – Tekanan jual besar-besaran mewarnai perdagangan saham pada Selasa, 24 Februari 2026, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah tajam pada sesi kedua. Setelah sempat dibuka menguat, IHSG justru terseret aksi jual masif dengan dominasi saham merah di hampir seluruh sektor.
Mengutip data RTI pukul 15.42 WIB, IHSG anjlok 1,44 persen ke level 8.273, meninggalkan posisi psikologis 8.300. Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut tertekan dengan penurunan 1,23 persen ke posisi 837,10. Sepanjang sesi kedua, IHSG bergerak di rentang tertinggi 8.437,08 dan terendah 8.259,47, mencerminkan volatilitas tinggi di pasar.
Dilansir Liputan 6, tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 565 saham terkoreksi, jauh melampaui 138 saham yang menguat dan 118 saham yang stagnan. Aktivitas perdagangan tetap ramai dengan total frekuensi transaksi mencapai 3.249.777 kali. Volume perdagangan tercatat 57,1 miliar saham dengan nilai transaksi harian mencapai Rp26,7 triliun.
Dari 11 sektor yang ada di bursa, hanya sektor keuangan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,68 persen. Sebaliknya, sektor energi menjadi penekan utama IHSG setelah merosot 3,5 persen dan memimpin koreksi sektoral. Sektor consumer siklikal juga terperosok 3,1 persen, disusul sektor infrastruktur yang turun 2,34 persen dan sektor properti yang melemah 2,24 persen. Tekanan turut terjadi pada sektor teknologi yang turun 2,225 persen, consumer nonsiklikal 1,65 persen, basic 1,53 persen, industri 1,49 persen, kesehatan sekitar 1,33 persen, transportasi 0,59 persen, serta sektor lainnya yang ikut terkoreksi.
Sejumlah saham menjadi penyumbang tekanan pada IHSG. Saham HUMI terperosok 6,02 persen ke posisi Rp250 per saham setelah bergerak di kisaran Rp246 hingga Rp276. Saham BREN turun 0,93 persen ke Rp8.025 per saham dengan pergerakan antara Rp8.000 hingga Rp8.225. Sementara itu, saham AALI melemah 0,97 persen ke Rp7.625 per saham setelah sempat menyentuh level tertinggi Rp7.825.
Padahal pada awal perdagangan, IHSG sempat menunjukkan penguatan. Indeks dibuka di posisi 8.428,05 dari penutupan sebelumnya 8.396,08 dan masih berada di zona hijau pada pukul 09.20 WIB dengan kenaikan tipis 0,10 persen ke level 8.404,28. Saat itu, 233 saham menguat, 307 melemah, dan 170 stagnan dengan nilai transaksi awal Rp3,5 triliun dan volume 7,5 miliar saham. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.815.
Analis sebelumnya memperkirakan IHSG berpotensi bergerak di rentang 8.440 hingga 8.503 jika mampu bertahan di atas support 8.170. Namun, potensi koreksi jangka pendek ke area 8.257–8.343 sudah diingatkan seiring tekanan pasar global dan aksi ambil untung. Level support diperkirakan berada di 8.170 dan 8.025, sedangkan resistance di 8.408 dan 8.596.
Dengan koreksi tajam yang terjadi, pasar kini mencermati apakah IHSG mampu bertahan di atas level support penting atau justru melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan berikutnya.

