LUMINASIA.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (24/02) ditutup melemah signifikan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG parkir di level 8.280,83 atau turun 115,25 poin (-1,37%) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Dilansir data pada investing.com, sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang harian antara 8.259,48 hingga 8.437,09. Tekanan jual terlihat cukup dominan sejak sesi perdagangan, membuat indeks gagal mempertahankan posisi di zona hijau.
Dalam rentang 52 minggu, IHSG tercatat bergerak di kisaran 5.882,61 hingga 9.174,47. Posisi saat ini menunjukkan indeks masih berada di bawah level tertinggi tahunannya, meskipun tetap jauh di atas titik terendah 52 pekan.
Pelemahan IHSG hari ini terjadi di tengah pergerakan bervariasi sejumlah indeks global. Di kawasan Asia, indeks Hang Seng tercatat turun 1,82%, sementara FTSE Indonesia justru menguat 1,60%. Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones naik 0,76% dan S&P 500 menguat tipis 0,08%.
Pergerakan negatif IHSG mencerminkan aksi ambil untung investor setelah penguatan sebelumnya serta sentimen eksternal yang masih berfluktuasi. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan global dan data ekonomi domestik yang dapat memengaruhi arah indeks dalam jangka pendek.
Secara teknikal, posisi IHSG yang turun di bawah level psikologis 8.300 membuka peluang konsolidasi lanjutan apabila tekanan jual masih berlanjut. Namun, peluang rebound tetap terbuka apabila indeks mampu kembali menembus area resistance terdekat di kisaran 8.400.
Investor disarankan tetap mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks serta menjaga manajemen risiko di tengah volatilitas pasar.

