Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Utang Pinjol di Sulsel yang Belum Dibayar Capai Rp2,39 Triliun pada 2025

Senin, 9 Maret 2026 23:17
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Nilai pinjaman melalui layanan financial technology (fintech) peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) di Sulawesi Selatan terus meningkat. Hingga Desember 2025, total outstanding pinjaman pinjol di wilayah ini tercatat mencapai Rp2,39 triliun.

LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Nilai pinjaman melalui layanan financial technology (fintech) peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) di Sulawesi Selatan terus meningkat.

Hingga Desember 2025, total outstanding pinjaman pinjol di wilayah ini tercatat mencapai Rp2,39 triliun.

Outstanding pinjaman artinya jumlah pinjaman yang masih berjalan atau belum lunas pada suatu waktu tertentu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, saat memaparkan mengenai perkembangan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Selatan, dalam media updateSenin (9/3/2026)

Menurut Muchlasin, nilai pinjaman tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Desember 2024, outstanding pinjaman fintech di Sulsel tercatat sebesar Rp1,78 triliun, sementara pada Desember 2023 masih berada di kisaran Rp1,18 triliun.

“Outstanding pinjaman fintech peer to peer lending di Sulawesi Selatan pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp2,39 triliun atau tumbuh sekitar 34,56 persen secara tahunan,” ujarnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan pinjaman digital oleh masyarakat maupun pelaku usaha di daerah.

Selain fintech lending, Muchlasin juga memaparkan perkembangan sektor lain dalam Industri Keuangan Non-Bank di Sulawesi Selatan.

Pada sektor lembaga pembiayaan, total piutang pembiayaan pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp19,01 triliun. Nilai ini relatif stabil dibandingkan Desember 2024 yang sebesar Rp18,98 triliun atau tumbuh sekitar 0,14 persen secara tahunan.

Sementara itu, sektor modal ventura mencatat total pembiayaan sebesar Rp360 miliar pada Desember 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp333 miliar atau tumbuh sekitar 7,97 persen.

Di sektor penjaminan, total penjaminan pada Desember 2025 tercatat mencapai sekitar Rp1,01 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Desember 2024 yang sebesar Rp738 miliar atau tumbuh sekitar 36,64 persen secara tahunan.

Adapun pada sektor perasuransian, total premi yang tercatat di Sulawesi Selatan mencapai sekitar Rp3,20 triliun pada Desember 2025.

Nilai tersebut mengalami penurunan sekitar 8,10 persen secara tahunan dibandingkan Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp3,48 triliun.

Sementara itu, total klaim asuransi tercatat sebesar Rp1,99 triliun, turun sekitar 16,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,39 triliun.

Muchlasin menambahkan, perkembangan tersebut menunjukkan sektor Industri Keuangan Non-Bank di Sulawesi Selatan tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah, termasuk melalui layanan keuangan digital seperti pinjaman online.

Tags: utang pinjol Otoritas Jasa Keuangan OJK Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin

Baca Juga

Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital
OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital
OJK Fokus Kembangkan Keuangan Digital untuk Perkuat Ekonomi Nasional
OJK Fokus Kembangkan Keuangan Digital untuk Perkuat Ekonomi Nasional
OJK Terbitkan Aturan Baru EBA-SP, Perkuat Pembiayaan Sekunder Perumahan
OJK Terbitkan Aturan Baru EBA-SP, Perkuat Pembiayaan Sekunder Perumahan
Judi Online Makin Mudah Diakses, Pelajar Harus Lebih Waspada!
Judi Online Makin Mudah Diakses, Pelajar Harus Lebih Waspada!
Meski Pendapatan Tak Menentu, Nelayan Diingatkan Bahaya Investasi dengan Iming-Iming Untung Cepat
Meski Pendapatan Tak Menentu, Nelayan Diingatkan Bahaya Investasi dengan Iming-Iming Untung Cepat

Populer

  • 1
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • 2
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • 3
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 4
    OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital
  • 5
    SMAN 5 Makassar Raih Juara BEAT Most Favorite Supporter DBL Sulsel 2026, Dapat Honda Beat

Ekonomi

  • Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
    Kerugian Akibat Penipuan Online Capai Rp9,1 Triliun, OJK Dorong Penanganan Lintas Sektor
  • Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
    Bukit Baruga Pertahankan RTH sebagai Ruang Aktivitas Warga di Kawasan Hunian
  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia

Peristiwa

  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID