JEMBRANA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Bale Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Jumat (24/4).
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan bahwa program MBG menjadi upaya penting dalam menjawab persoalan gizi nasional, termasuk stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
“Kita semua menyadari bahwa gizi merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Kekurangan gizi seperti stunting masih menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, program MBG bukan sekadar intervensi jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Jangan khawatir program ini akan berhenti di tengah jalan. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat dan negara untuk menuju Indonesia Emas 2045. Kuncinya adalah pemenuhan gizi yang optimal guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.
Selain berdampak pada sektor kesehatan, program MBG juga dinilai mampu memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini terlihat dari keterlibatan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, program MBG diharapkan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi, serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

