Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Meski IHSG Melemah, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga

Rabu, 6 Mei 2026 14:42
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi sektor jasa keuangan Indonesia masih stabil meskipun dihadapkan pada tekanan ketidakpastian global yang meningkat. Situasi ini dipicu oleh tensi geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada fluktuasi pasar keuangan dan ekonomi dunia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa hingga akhir April 2026, industri jasa keuangan nasional tetap menunjukkan ketahanan yang baik.

“Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 30 April 2026 menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global,” ujar Friderica dalam konferensi pers RDKB April 2026 yang digelar secara virtual, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, ketidakpastian global masih cukup tinggi, salah satunya dipicu gangguan distribusi energi akibat penutupan Selat Hormuz. Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan harga minyak yang fluktuatif dan meningkatkan potensi stagflasi global. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,1 persen pada 2026.

“Fragmentasi geopolitik, tekanan utang global, serta gangguan rantai pasok menjadi sejumlah faktor yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi ke depan,” jelasnya.

Di dalam negeri, pasar keuangan sempat mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di level 6.956,80 pada akhir April atau turun 1,3 persen secara bulanan, sementara secara tahun berjalan masih mencatatkan kinerja positif. Nilai tukar rupiah juga melemah hingga menyentuh Rp17.424 per dolar AS.

Meski demikian, Friderica menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen serta posisi cadangan devisa yang kuat di level US$148,2 miliar.

Dari sisi konsumsi, indeks keyakinan konsumen masih berada pada level optimistis meskipun mulai mengalami moderasi. Pertumbuhan penjualan ritel tercatat sebesar 2,4 persen secara tahunan, sementara penjualan kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi.

Selain itu, ketahanan sektor eksternal dinilai tetap terjaga dengan cadangan devisa yang memadai serta neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.

Untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul, OJK terus melakukan pengawasan intensif serta uji ketahanan (stress test) terhadap industri jasa keuangan. Otoritas juga mendorong lembaga keuangan untuk memperkuat manajemen risiko, termasuk dalam menghadapi potensi risiko pasar dan kredit.

“OJK bersama self-regulatory organization terus memantau perkembangan pasar serta menyiapkan respons kebijakan yang diperlukan. Instrumen kebijakan yang ada juga dinilai masih relevan untuk menjaga stabilitas pasar,” tutup Friderica.

Tags: OJK Otoritas Jasa Keuangan

Baca Juga

Literasi Keuangan Tembus 69,57 Persen, Inklusi Capai 93,61 Persen pada 2026
Literasi Keuangan Tembus 69,57 Persen, Inklusi Capai 93,61 Persen pada 2026
OJK Luncurkan ETF Emas di HUT Ke-49 Pasar Modal, Perkuat Pilihan Investasi dan Pendalaman Pasar
OJK Luncurkan ETF Emas di HUT Ke-49 Pasar Modal, Perkuat Pilihan Investasi dan Pendalaman Pasar
Naik 29 Persen dari Tahun Lalu, Utang Pinjaman Online di Sulsel Tembus Rp2,64 Triliun
Naik 29 Persen dari Tahun Lalu, Utang Pinjaman Online di Sulsel Tembus Rp2,64 Triliun
Pelaku Investor Pasar Modal di Sulsel Melonjak, Reksa Dana Masih Jadi Instrumen Investasi Favorit
Pelaku Investor Pasar Modal di Sulsel Melonjak, Reksa Dana Masih Jadi Instrumen Investasi Favorit
Kredit Perbankan Sulsel Capai Rp176 Triliun Lebih, Makassar Masih Mendominasi Penyaluran
Kredit Perbankan Sulsel Capai Rp176 Triliun Lebih, Makassar Masih Mendominasi Penyaluran
Kinerja Perbankan Sulsel Tetap Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp214,32 Triliun
Kinerja Perbankan Sulsel Tetap Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp214,32 Triliun

Populer

  • 1
    BMKG: Siaga Tsunami di Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng! Bone hingga Palopo Waspada
  • 2
    Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Getarannya Terasa hingga Makassar
  • 3
    Ketua DPW PBB Booking Satu Studio Nobar Film Toko Perlengkapan Mayat
  • 4
    Kalla Toyota Kuasai 37,3 Persen Market Share, Penjualan Januari-Juli Tumbuh 11 Persen
  • 5
    CEO Kalla Toyota Robby Wijaya Raih Sulsel Industry Marketing Champion 2026 Kategori Otomotif

Ekonomi

  • KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
    KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
  • Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
    Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
  • Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan
    Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan

Peristiwa

  • Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
    Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
  • Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
    Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
  • Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
    Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID