LUMINASIA.ID, SURABAYA – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi hijau nasional melalui layanan penundaan kapal pengangkut Fatty Acid Methyl Ester (FAME), bahan baku utama biodiesel yang akan digunakan dalam implementasi program B50.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan sektor logistik maritim menjelang penerapan biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Pelindo Marine memastikan distribusi FAME berjalan aman dan lancar sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Baca: PJM Tanam 2.500 Pohon di Maros, Perkuat Komitmen Lingkungan dan Dukung SDGs
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, mengatakan keberhasilan program transisi energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku di sektor hulu, tetapi juga pada kelancaran distribusi hingga ke titik pengolahan dan pemanfaatan.
“Sebagai penyedia jasa penundaan dan pemanduan kapal, kami berkomitmen penuh menghadirkan layanan maritim yang aman dan andal untuk mendukung kelancaran distribusi energi hijau nasional,” ujar Elvin.
Pelindo Marine tercatat telah melayani pengangkutan FAME sejak 2021.
Produk FAME yang berasal dari kawasan industri di Gresik diangkut menuju fasilitas pencampuran atau blending facility di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum diproses menjadi biodiesel.
Dukungan logistik tersebut dinilai penting mengingat pemerintah tengah mempersiapkan implementasi B50 secara nasional.
Program biodiesel B50 merupakan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit dengan 50 persen solar, yang diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan produksi sawit domestik sekaligus menekan impor energi fosil.
Senior Manajer Komersial PT Pelindo Marine Service, Dhika Ramadhany Putra, menjelaskan setiap proses pengangkutan FAME dilakukan dengan standar keselamatan tinggi karena karakteristik muatan memerlukan penanganan khusus.
“Setiap kapal pengangkut FAME rata-rata membawa muatan hingga 4.500 kiloliter. Pada operasi kali ini, kapal tunda KT Subali II memimpin proses penundaan dan membantu kapal bersandar dengan aman menuju fasilitas blending Pertamina di Pelabuhan Tanjung Perak. Seluruh proses dilakukan sesuai standar keselamatan dan prosedur operasional yang berlaku,” kata Dhika.
Baca: Humas Pelindo se-Indonesia Kumpul di Makassar, Ikuti Penguatan Kompetensi
Melalui dukungan terhadap distribusi FAME, Pelindo Marine turut menjaga kelancaran rantai pasok bioenergi nasional yang menjadi salah satu pilar penting dalam agenda transisi energi Indonesia.
Ke depan, perusahaan menyatakan siap meningkatkan kapasitas layanan seiring proyeksi pertumbuhan kebutuhan distribusi bioenergi, khususnya untuk mendukung penerapan B50 secara penuh di berbagai sektor.
Dengan pengalaman melayani distribusi bahan baku biodiesel selama beberapa tahun terakhir, Pelindo Marine optimistis dapat terus menjadi mitra strategis dalam mendukung transformasi energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing bagi Indonesia.

