LUMINASIA.ID, DALLAS – Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 tak hanya menyisakan kekecewaan di lapangan, tetapi juga memicu sorotan tajam terhadap sikap sejumlah pemain Albiceleste setelah pertandingan berakhir. Beberapa insiden, mulai dari kartu merah, kericuhan antarpemain hingga keputusan membelakangi seremoni penyerahan trofi, dinilai mencoreng penampilan juara bertahan tersebut.
Dilansir The Athletic, sepanjang pertandingan, Argentina dinilai bermain dengan intensitas tinggi dan berupaya mengganggu ritme permainan Spanyol yang tampil dominan melalui penguasaan bola. Namun strategi tersebut tidak mampu menghentikan La Roja yang akhirnya keluar sebagai juara dunia sekaligus menambah status mereka sebagai juara Eropa dan dunia.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan terus meningkat. Gelandang Enzo Fernandez menerima kartu kuning akibat memprotes keputusan wasit sebelum akhirnya diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek muda Spanyol, Pau Cubarsi, pada masa injury time. Bermain dengan 10 orang membuat Argentina harus menjalani babak tambahan dalam kondisi timpang.
Ketegangan tidak berhenti setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pemain kedua tim terlibat adu mulut dan saling dorong. Leandro Paredes menjadi salah satu pemain yang paling disorot setelah terlibat konfrontasi dengan Eric Garcia dan Gavi, sementara Nahuel Molina juga terlihat bersitegang dengan Rodri.
Kapten Argentina Lionel Messi tampak terpukul dengan hasil pertandingan. Bintang berusia 39 tahun itu sempat terduduk di lapangan sebelum akhirnya menangis usai laga berakhir. Meski demikian, sebagian pemain Argentina tetap memberikan selamat kepada para pemain Spanyol.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui timnya gagal mengimbangi permainan lawan dan meminta anak asuhnya menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
"Kami selalu berusaha menjadi tim yang baik saat menang, dan kami juga harus menunjukkan sikap yang sama saat kalah. Kami menerima hasil pertandingan ini. Hari ini kami memang tidak mampu bersaing dengan Spanyol dalam hal permainan sepak bola," kata Scaloni.
Di sisi lain, Spanyol justru menunjukkan sikap sportif dengan memberikan guard of honour kepada para pemain Argentina sebelum seremoni penghargaan dimulai.
Namun ketika Rodri menerima penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen, sebagian suporter Argentina terdengar meneriakkan nama Messi sehingga momen penghargaan tersebut berlangsung di tengah sorakan pendukung Albiceleste.
Perilaku sejumlah pemain Argentina turut menuai kritik dari berbagai kalangan. Mantan gelandang Jerman Toni Kroos menyebut kemenangan Spanyol sebagai bukti bahwa "sepak bola yang sesungguhnya menang", sementara mantan pemain timnas Jerman Thomas Hitzlsperger mengkritik keras sikap beberapa pemain Argentina yang dianggap tidak menunjukkan sportivitas.
Meski demikian, artikel tersebut juga menyoroti bahwa semangat juang dan solidaritas para pemain Argentina selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang membawa mereka menjuarai Piala Dunia 2022 serta Copa America 2021 dan 2024. Namun pada final kali ini, agresivitas yang menjadi identitas mereka dinilai justru berubah menjadi bumerang.
Kemenangan atas Argentina mengukuhkan Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026 sekaligus mempertegas dominasi generasi baru La Roja di panggung sepak bola internasional.


