Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

RT di Rappokalling Sukses Pilah Sampah, Warga Dapat Sembako dari Bank Sampah

Senin, 3 Agustus 2026 20:31
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Keberhasilan RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, menerapkan pemilahan sampah dari rumah menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Makassar.


MAKASSAR, LUMINASIA.ID – Keberhasilan RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, menerapkan pemilahan sampah dari rumah menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Makassar.

Program yang telah berjalan sejak 10 April 2026 itu tidak hanya berhasil mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga melalui Bank Sampah Unit Sekolah Mangkasara.

Ketua RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling, Sri Rahmi Mahmud SH MH, mengatakan gerakan tersebut telah dimulai sekitar empat bulan sebelum kebijakan pemilahan sampah Pemerintah Kota Makassar diberlakukan secara menyeluruh pada 1 Agustus 2026.

Pengalaman itu diharapkan dapat menginspirasi RT/RW lain untuk mendukung program pengelolaan sampah dari rumah.

"Kami RT 02 RW 01 Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo sejak tanggal 10 April 2026, Alhamdulillah sudah memulai memilah sampah dan mengolah sampah organik," ujar Sri Rahmi kepada Luminasia.id, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, kebijakan Pemerintah Kota Makassar merupakan langkah yang tepat karena pemilahan sampah dari rumah membuat proses pengolahan menjadi lebih mudah dan efektif.

"Karena dengan kita memilah, kita bisa lebih mudah mengolah sampah. Alhamdulillah saat kebijakan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 kami sudah terbiasa karena sudah empat bulan menjalankannya," katanya.

Sri Rahmi menjelaskan, sampah organik di lingkungannya diolah melalui berbagai metode di Sekolah Mangkasara.

Pengolahan dilakukan menggunakan ember komposter, lubang biopori, budidaya maggot, hingga biopori jumbo.

Selain itu, di setiap lorong juga disediakan ember berukuran besar khusus untuk menampung sampah organik.

Ember tersebut dibuat berlubang di bagian bawah agar air lindi langsung meresap ke dalam tanah, sementara sampah yang tersisa diproses menjadi kompos padat.

"Jadi, sampah organik yang tidak kami olah di Sekolah Mangkasara, kami tampung di ember jumbo yang ada di setiap lorong," tuturnya.

"Air lindinya langsung keluar ke tanah sehingga yang tersisa hanya bahan untuk menjadi kompos padat," tambahnya.

Sementara itu, sampah anorganik seperti gelas plastik, botol plastik, dan kardus dikumpulkan melalui keranjang yang tersedia di setiap lorong.

Warga juga didorong menyedekahkan sampah yang masih bernilai ekonomi kepada pemulung di lingkungan sekitar.

Setiap Rabu sore, setelah pengajian rutin, ibu-ibu membawa gelas plastik yang telah dibersihkan untuk disetorkan ke Bank Sampah Unit Sekolah Mangkasara.

Sampah tersebut kemudian ditukar dengan berbagai kebutuhan pokok.

"Setelah mengaji, ibu-ibu mengumpulkan gelas plastik yang sudah bersih, kemudian ditukar dengan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, beras dan gula melalui bank sampah unit," ungkap Sri Rahmi.

Dengan sistem tersebut, hanya sampah residu yang akhirnya diangkut petugas kebersihan menuju TPA.

Sri Rahmi berharap masyarakat tidak berhenti pada kebiasaan memilah sampah, tetapi juga mulai belajar mengolahnya agar volume sampah yang dibuang semakin berkurang.

"Setelah kita belajar memilah sampah, mari kita sama-sama belajar mengolah sampah. Kami bisa, Insya Allah kamu juga pasti bisa," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Warga yang aktif mengikuti kegiatan bank sampah diberikan apresiasi berupa sembako seperti minyak goreng, beras, dan gula.

"Mungkin karena pendekatannya. Kami memberikan hadiah berupa sembako seperti minyak goreng, beras dan gula kepada warga yang aktif," jelasnya.

Menurut Sri Rahmi, perubahan perilaku masyarakat tidak terjadi dalam waktu singkat.

Gerakan itu diawali bersama anak-anak binaan di Sekolah Mangkasara dengan membersihkan drainase dan titik-titik pembuangan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga.

"Saya tidak langsung mengajak warga, yang pertama kami benahi adalah drainase yang sangat kotor dan lokasi pembuangan sampah yang meresahkan masyarakat," katanya.

Ia berharap pengalaman RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain dalam mendukung program pemilahan sampah Pemerintah Kota Makassar, sekaligus membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tags: bank sampah Kerajaan Tallo

Baca Juga

Penghentian Open Dumping dan Kewajiban Pilah Sampah: Kebijakan yang Mungkin Tidak Populer, tetapi Menyelamatkan Masa Depan Makassar
Penghentian Open Dumping dan Kewajiban Pilah Sampah: Kebijakan yang Mungkin Tidak Populer, tetapi Menyelamatkan Masa Depan Makassar
Dharma Wanita Distaru Dorong Budaya Pilah Sampah dari Rumah, Dukung Aturan Baru Pemkot Makassar
Dharma Wanita Distaru Dorong Budaya Pilah Sampah dari Rumah, Dukung Aturan Baru Pemkot Makassar
Appi Janji Bakal Hidupkan Kembali Kerajaan Tallo, Disulap Jadi Destinasi Wisata Sejarah Makassar
Appi Janji Bakal Hidupkan Kembali Kerajaan Tallo, Disulap Jadi Destinasi Wisata Sejarah Makassar
Melinda Aksa Ajak Warga Mulai Kelola Sampah dari Rumah, Jelajah Sampah DLH Resmi Dimulai di Panakkukang
Melinda Aksa Ajak Warga Mulai Kelola Sampah dari Rumah, Jelajah Sampah DLH Resmi Dimulai di Panakkukang
Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming
Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming

Populer

  • 1
    RT di Rappokalling Sukses Pilah Sampah, Warga Dapat Sembako dari Bank Sampah
  • 2
    Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026, Kini Dibanderol Rp15.950 per Liter
  • 3
    Prabowo: Presiden Korea Selatan Pernah Minta Indonesia Buka Dialog dengan Korea Utara
  • 4
    Honda Modif Contest 2026 Bakal Hadir Kembali, AHM Siapkan Panggung Kreativitas Modifikator Tanah Air
  • 5
    Persib Bandung Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Tampines Rovers

Ekonomi

  • Perempuan Sulsel Paling Sering Tertipu Investasi Ilegal, Modus Jasa Periklanan Berkedok Deposit Terbanyak
    Perempuan Sulsel Paling Sering Tertipu Investasi Ilegal, Modus Jasa Periklanan Berkedok Deposit Terbanyak
  • 300 Personel Lanud Sultan Hasanuddin dan Keluarga Belajar Perkuat Ketahanan Finansial di Era Digital
    300 Personel Lanud Sultan Hasanuddin dan Keluarga Belajar Perkuat Ketahanan Finansial di Era Digital
  • OJK Kukuhkan Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK Sumut, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
    OJK Kukuhkan Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK Sumut, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Peristiwa

  • Mentan Amran Ajak Generasi Muda Ikut Berantas Mafia Beras Fortifikasi
    Mentan Amran Ajak Generasi Muda Ikut Berantas Mafia Beras Fortifikasi
  • Resmi! Logo HUT ke-81 RI Kini Bisa Diunduh Masyarakat
    Resmi! Logo HUT ke-81 RI Kini Bisa Diunduh Masyarakat
  • Panduan Lengkap Pendaftaran SSCASN 2026: Syarat, Cara Daftar, hingga Kesalahan yang Harus Dihindari
    Panduan Lengkap Pendaftaran SSCASN 2026: Syarat, Cara Daftar, hingga Kesalahan yang Harus Dihindari
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID