Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

Unismuh Raih Rekomendasi Penyelenggara PEKERTI-AA 2026-2030 Tanpa Perbaikan

Rabu, 19 Agustus 2026 22:02
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Unismuh Raih Rekomendasi Penyelenggara PEKERTI-AA 2026-2030 Tanpa Perbaikan


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali dipercaya sebagai perguruan tinggi penyelenggara Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) untuk periode 2026-2030.

Unismuh langsung memperoleh kategori Rekomendasi dalam evaluasi seleksi perguruan tinggi penyelenggara PEKERTI/AA tahun 2026, sehingga tidak perlu melalui tahapan perbaikan dokumen.

Hasil tersebut tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Sumber Daya, Nomor 2623/DST/B4/DT.04.01/2026 tertanggal 10 Agustus 2026 tentang Hasil Evaluasi Seleksi Perguruan Tinggi Penyelenggara PEKERTI/AA.

Dalam evaluasi tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membagi hasil seleksi ke dalam tiga kategori, yakni Rekomendasi, Perlu Perbaikan, dan Belum Rekomendasi.

Perguruan tinggi yang masuk kategori Perlu Perbaikan masih diberikan kesempatan melengkapi atau memperbaiki dokumen melalui sistem paling lambat 26 Agustus 2026.

Sementara Unismuh telah langsung masuk kategori Rekomendasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai penyelenggara PEKERTI/AA untuk periode 2026-2030.

Wakil Rektor I Unismuh Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof Andi Sukri Syamsuri menyambut hasil tersebut dengan rasa syukur.

“Alhamdulillah. Unismuh Makassar telah memperoleh rekomendasi sebagai penyelenggara PEKERTI/AA oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, berlaku 2026-2030,” kata Prof Andis, sapaan Andi Sukri, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Prof Andis, rekomendasi tersebut menunjukkan kesiapan Unismuh memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah dalam seleksi perguruan tinggi penyelenggara PEKERTI dan AA.

Kepercayaan itu juga melanjutkan peran Unismuh sebagai penyelenggara sejak 2024.

Saat itu, Unismuh lolos sebagai salah satu penyelenggara PEKERTI dan AA bersama 58 perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Pada 2026, penyelenggaraan PEKERTI dan AA memiliki ketentuan yang lebih terperinci melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 35/B/KPT/2026.

Ketentuan tersebut mengatur sejumlah aspek, mulai dari standar kurikulum, instruktur, penjaminan mutu, infrastruktur digital, hingga komposisi pembelajaran daring dan tatap muka.

Rektor Unismuh Dr Abd Rakhim Nanda ST MT IPU mengatakan rekomendasi tersebut merupakan kepercayaan yang harus diikuti dengan tanggung jawab menjaga kualitas pelatihan.

“Rekomendasi ini merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi Unismuh. Penyelenggaraan PEKERTI dan AA harus memastikan mutu pelatihan, kesiapan sumber daya manusia, penjaminan mutu, dan dukungan pembelajaran digital berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” kata Rakhim.

Menurut Rakhim, peran sebagai penyelenggara PEKERTI dan AA juga menjadi bagian dari kontribusi Unismuh dalam meningkatkan kompetensi dosen sekaligus mutu pembelajaran di perguruan tinggi.

Padukan Pembelajaran Daring dan Tatap Muka

Salah satu perubahan penting dalam penyelenggaraan PEKERTI dan AA 2026 adalah penerapan skema blended learning.

Pembelajaran daring melalui Learning Management System (LMS) atau Massive Open Online Courses (MOOC) dipadukan dengan kegiatan tatap muka yang lebih diarahkan pada praktik dan pembimbingan.

Ketua Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Digital Futuristik (P4DF) Unismuh Dr Khaeruddin mengatakan skema tersebut merupakan bagian dari ketentuan baru dalam Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PEKERTI dan AA tahun 2026.

“Juknis 2026 mengatur penyelenggaraan PEKERTI dan AA secara lebih rinci, mulai dari standar materi, jumlah jam pelajaran, pembagian pembelajaran daring dan luring, persyaratan instruktur dan fasilitator, sampai mekanisme kelulusan peserta,” kata Khaeruddin.

Untuk program PEKERTI, pelatihan berlangsung selama 105 jam pelajaran.

Sebanyak 42 jam atau 40 persen dilaksanakan secara daring, sedangkan 63 jam atau 60 persen dilaksanakan secara luring.

Pada tahap daring, peserta mempelajari sejumlah materi, antara lain paradigma pendidikan tinggi, pengembangan karier dosen, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), strategi pembelajaran, asesmen, media pembelajaran, serta penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Sementara kegiatan luring lebih diarahkan pada penerapan materi yang telah dipelajari.

Peserta akan berlatih menyusun RPS, membuat tugas dan media pembelajaran, melakukan microteaching, serta mengembangkan perangkat asesmen dan evaluasi.

Adapun AA merupakan pelatihan lanjutan setelah PEKERTI.

Pelatihan AA berlangsung selama 90 jam, terdiri atas 41 jam atau sekitar 45 persen pembelajaran daring dan 49 jam atau 55 persen pembelajaran luring.

“Jadi, pembelajaran daring bukan menggantikan tatap muka. Materi konseptual diperkuat melalui pembelajaran digital, sementara pertemuan luring lebih diarahkan pada praktik, pembimbingan, dan penyelesaian produk pembelajaran,” ujar Khaeruddin.

Materi AA antara lain mencakup pengembangan dan evaluasi kurikulum, pembelajaran berbasis riset, pengembangan bahan ajar, asesmen autentik, penjaminan mutu, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran.

Pada sesi luring, peserta juga diarahkan membuat peta konsep, merancang penelitian tindakan kelas, menyusun panduan praktikum dan kontrak pembelajaran, hingga mengembangkan bahan ajar.

Sekretaris P4DF Unismuh Dr Ishaq Madeamin mengatakan penerapan skema tersebut membuat LMS atau MOOC menjadi bagian penting dari keseluruhan proses pelatihan.

“LMS tidak lagi sekadar tempat menyimpan materi. Di dalamnya berlangsung proses pembelajaran, mulai dari materi digital, penugasan, kuis, asesmen, hingga interaksi peserta. Kompetensi yang diperoleh secara daring kemudian diperkuat melalui praktik dan pembimbingan tatap muka,” kata Ishaq.

Menurut Ishaq, perubahan tersebut juga menuntut perguruan tinggi penyelenggara menyiapkan infrastruktur digital yang memadai.

LMS atau MOOC tidak lagi sekadar menjadi perangkat pendukung, tetapi menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan pelatihan.

Kelulusan Lebih Terukur

Khaeruddin mengatakan juknis 2026 juga mengatur tahapan kelulusan peserta secara lebih terukur.

Peserta harus menyelesaikan dan lulus tahap daring sebelum dapat mengikuti kegiatan luring.

“Kelulusan tidak hanya berdasarkan kehadiran. Peserta harus menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, penugasan dan tes sumatif, serta mencapai nilai akhir di atas 75 pada setiap tema,” kata Khaeruddin.

Peserta yang telah menyelesaikan tahap daring tetapi tidak mengikuti kegiatan luring dalam waktu enam bulan wajib mengulang tahap daring.

Sementara pelaksanaan kegiatan luring di perguruan tinggi penyelenggara berlangsung paling lama tujuh hari.

Perguruan tinggi penyelenggara juga diwajibkan memiliki unit pengembangan akademik dan sumber daya manusia, Satuan Penjaminan Mutu Internal, instruktur dan fasilitator sesuai ketentuan, kurikulum yang mengacu pada standar kementerian, serta LMS atau MOOC yang memadai.

Prof Andis mengatakan perubahan tersebut membuat standar penyelenggaraan PEKERTI-AA pada 2026 menjadi lebih komprehensif dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang pembagian antara pembelajaran daring dan luring lebih jelas. Perguruan tinggi juga harus menyiapkan LMS atau MOOC, materi, asesmen, instruktur, hingga sistem penjaminan mutu. Karena itu, rekomendasi ini sekaligus menuntut kesiapan kita untuk menyelenggarakan pelatihan sesuai standar baru,” ujar Prof Andis.

Dengan diperolehnya rekomendasi langsung untuk periode 2026-2030, Unismuh Makassar akan melanjutkan penyelenggaraan PEKERTI-AA dengan menerapkan standar baru yang memadukan pembelajaran digital, tatap muka, asesmen, dan penjaminan mutu.

Tags: Unismuh Makassar

Baca Juga

Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global
Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global
Belajar dari Korea, Unismuh Makassar Perkuat Strategi Menuju Universitas Bereputasi Global
Belajar dari Korea, Unismuh Makassar Perkuat Strategi Menuju Universitas Bereputasi Global
Unismuh dan Bapas Makassar Jalin Kerja Sama Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial
Unismuh dan Bapas Makassar Jalin Kerja Sama Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial
Tiga Tahun Bermitra, Unismuh Makassar & Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Jejaring Global Lewat MoU Baru
Tiga Tahun Bermitra, Unismuh Makassar & Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Jejaring Global Lewat MoU Baru
Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Budaya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi Muhammadiyah
Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Budaya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi Muhammadiyah
Dosen PKO Unismuh Prediksi Spanyol Juarai Piala Dunia 2026
Dosen PKO Unismuh Prediksi Spanyol Juarai Piala Dunia 2026

Populer

  • 1
    Khidmat, Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bajeng
  • 2
    Malam Ramah Tamah HUT Ke-81 di Kecamatan Bajeng Berlangsung Meriah
  • 3
    Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Kini Tersisa 5 BTS Terdampak
  • 4
    Puncak Bila Sidrap Siap Sambut 400 Mobil KIDC Indonesia, Touring Perayaan Anniversary ke-12
  • 5
    Kolaborasi Bareng Coca-cola, Grab Ajak UMKM di Makassar Naik Kelas di Era Digital Lewat Teras Perwira

Ekonomi

  • AMEC Jadi Ruang Aktivitas Keluarga, Dekatkan Honda Asmo Sulsel dengan Masyarakat
    AMEC Jadi Ruang Aktivitas Keluarga, Dekatkan Honda Asmo Sulsel dengan Masyarakat
  • Kolaborasi Bareng Coca-cola, Grab Ajak UMKM di Makassar Naik Kelas di Era Digital Lewat Teras Perwira
    Kolaborasi Bareng Coca-cola, Grab Ajak UMKM di Makassar Naik Kelas di Era Digital Lewat Teras Perwira
  • BrightGas Ramaikan CFD Makassar dengan Promo Refill, Trade-In dan Lomba Rakyat
    BrightGas Ramaikan CFD Makassar dengan Promo Refill, Trade-In dan Lomba Rakyat

Peristiwa

  • Komisioner Asal Makassar Hasrul Hasan Terpilih Jadi Ketua KPI Pusat 2026-2029
    Komisioner Asal Makassar Hasrul Hasan Terpilih Jadi Ketua KPI Pusat 2026-2029
  • BEM UI Gelar Aksi #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
    BEM UI Gelar Aksi #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
  • Semarak HUT RI ke-81, Pelindo Group Makassar Gelar Senam, Fun Games dan Bazar UMKM
    Semarak HUT RI ke-81, Pelindo Group Makassar Gelar Senam, Fun Games dan Bazar UMKM
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID