LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Sebanyak 570 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar mulai dikenalkan dengan kebiasaan menabung melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB.
Langkah tersebut menjadi bagian dari Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama industri jasa keuangan serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Sulsel, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (27/8/2026).
Para siswa yang terlibat berasal dari SRT 3 Sulsel, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar dan SRMP 26 Makassar.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai produk dan layanan keuangan, tetapi juga mengajak para pelajar mempraktikkan langsung kebiasaan menabung.
Bank Sulselbar membuka rekening SimPel iB bagi seluruh pelajar Sekolah Rakyat yang hadir.
Baca: LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Mulai Juli 2026
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal layanan perbankan sekaligus membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan uang dalam jumlah besar.
“Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin,” ujar Moch. Muchlasin.
Menurutnya, hal terpenting dalam menabung bukan jumlah uang yang disisihkan, melainkan konsistensi dan kedisiplinan.
“Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” katanya.
Dorongan membangun kebiasaan finansial sejak usia sekolah dinilai penting karena akses pelajar terhadap produk dan layanan keuangan sudah cukup tinggi.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks literasi keuangan kelompok usia pelajar 15-17 tahun tercatat 56,04 persen.
Baca: OJK Dorong Pembiayaan Kakao Sulsel Tembus Rantai Nilai, Petani hingga UMKM Disasar
Sementara itu, indeks inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa mencapai 89,13 persen.
Data tersebut menunjukkan masih adanya jarak antara akses terhadap layanan keuangan dan pemahaman mengenai produk keuangan.
Karena itu, edukasi tidak cukup hanya mengajarkan siswa untuk memiliki rekening atau menabung.
Para pelajar juga perlu memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, serta mengenali produk keuangan resmi dan tidak resmi.
Dalam kegiatan tersebut, LPS turut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai keamanan simpanan di bank dan pentingnya memilih lembaga keuangan yang resmi.
Sementara OJK memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini agar para pelajar dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Sinergi OJK, Bank Sulselbar dan LPS tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman finansial di kalangan generasi muda.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.
Turut hadir Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin, Direktur Utama Bank Sulselbar Yulis Suandi dan Deputi Kepala Perwakilan LPS III Sulampua Prayitno Amigoro.
Melalui kegiatan tersebut, OJK mendorong agar kebiasaan menabung tidak berhenti pada momentum Hari Indonesia Menabung.
Para siswa diharapkan menjadikan menabung sebagai kebiasaan sehari-hari sekaligus bagian dari upaya mempersiapkan masa depan.



