LUMINASIA.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui program Pramuka Cerdas Keuangan dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 tersebut diikuti sekitar 3.500 anggota Pramuka Penggalang dan berlangsung secara hybrid, dengan rangkaian edukasi digelar pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Hal tersebut disampaikan Dicky dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak agar tidak mudah terpengaruh tren maupun gaya hidup konsumtif.
“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky.
Ia menekankan pentingnya membangun perilaku keuangan positif melalui kebiasaan sederhana, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Leaders Insight tersebut turut menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Prof Atip Latipulhayat, serta Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.
Anis Byarwati menilai kebiasaan finansial perlu dibangun sejak dini karena tidak hanya berdampak pada kehidupan individu, tetapi juga terhadap perekonomian nasional.
“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.
Menurutnya, menabung perlu dipandang bukan sekadar aktivitas finansial, tetapi sebagai bagian dari pembentukan karakter finansial generasi muda.
Sementara itu, Prof Atip Latipulhayat mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif. Anak yang mampu membentuk perilaku dalam mengendalikan tubuh dan emosinya lewat 7 kebiasaan ini akan lebih mudah mengendalikan keuangannya saat dewasa nanti,” kata Atip.
Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo menambahkan, kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan.
Dalam Dasa Dharma Pramuka ke-7, anggota Pramuka diharapkan menjadi pribadi yang hemat, cermat, dan bersahaja.
“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.
Menurutnya, kebiasaan menabung sejak usia muda juga dapat menjadi bekal untuk membentuk jiwa entrepreneur di masa depan.
Edukasi Keuangan Lewat Kampung Finansial
Rangkaian Pramuka Cerdas Keuangan tidak hanya dilakukan melalui talkshow.
OJK bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kwarnas Gerakan Pramuka juga menghadirkan Tenda Kampung Finansial.
Area edukasi tersebut menggunakan sistem rotasi selama pelaksanaan Jambore Nasional XII dan menghadirkan berbagai aktivitas interaktif.
Anggota Pramuka mendapatkan edukasi melalui talkshow, permainan, kuis edukatif hingga booth yang memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran dan fungsi OJK, Kementerian Keuangan, BI, dan LPS dalam ekosistem sektor keuangan.
Konsep pembelajaran interaktif tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami cara menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jambore Nasional XII tercatat telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap finansial positif melalui pembelajaran berbasis pengalaman.
Pramuka Goes to Office ke Kantor Pusat OJK
Rangkaian edukasi juga dilengkapi agenda Pramuka Goes to Office ke Kantor Pusat OJK yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026.
Melalui kegiatan tersebut, peserta terpilih berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK dan memperoleh edukasi keuangan secara langsung.
Peserta diperkenalkan lebih dekat dengan OJK, termasuk peran dan fungsinya sebagai regulator serta pengawas sektor jasa keuangan.
Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai upaya OJK dalam meningkatkan literasi keuangan dan pelindungan konsumen.
Kolaborasi OJK dan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam penguatan kecakapan keuangan telah berlangsung sejak 2023 melalui revisi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penabung dan SKK Cakap Keuangan.
Implementasi kedua SKK tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan.
Melalui rangkaian Pramuka Cerdas Keuangan, OJK berharap generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang aktif, produktif, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Mereka juga diharapkan memiliki kecakapan mengelola keuangan, membangun budaya menabung, serta mampu mengenali dan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.



