MAKASSAR — Penjualan Toyota tetap menunjukkan kinerja positif di tengah tekanan pasar otomotif.
Saat pasar otomotif dari Juli ke Agustus 2026 turun sekitar 23 persen, penjualan Toyota hanya mengalami penurunan sekitar 3 persen.
Demikian dipaparkan Marketing General Manager Kalla Toyota Suliadin, dalam konfrensi pers di Kalla Toyota Mal Ratu Indah (MaRI), Jalan Ratulangi, Makassar, Sulsel, Selasa (8/9/2026).
Suliadin mengatakan, pasar otomotif dari Juli ke Agustus 2026 turun dari sekitar 5.700 unit menjadi 4.700 unit.
Baca: Kalla Toyota Tawarkan Promo Bunga Mulai 0 Persen, Hanya Berlaku 19 Hari
Sementara itu, penjualan Toyota turun dari 1.870 unit pada Juli menjadi 1.820 unit pada Agustus.
“Market turun 23 persen, jualan Toyota cuma turun 3 persen. Jadi bulan Agustus kita jual 1.820 unit, bulan sebelumnya 1.870 unit, turun cuma 3 persen. Tapi market turun lebih dalam,” kata Suliadin.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan Toyota mampu mempertahankan performa di tengah pelemahan pasar.
Selama tiga bulan terakhir, penjualan Toyota tetap berada di atas 1.800 unit per bulan.
Baca: Yuk Segera! Promo Tukar Tambah Toyota Merdeka Tinggal Beberapa Hari, Berhadiah Puluhan Juta
“Jadi memang begitulah kondisi faktual kita. Tapi sekali lagi saya sampaikan bahwa jualan Toyota, alhamdulillah tidak turun sama sekali. Kami jaga di tiga bulan ini di atas 1.800,” ujarnya.
Suliadin menyebut, salah satu faktor yang menopang penjualan Toyota adalah meningkatnya kontribusi kendaraan hybrid.
Jika sebelumnya kontribusi kendaraan hybrid masih sekitar 5 persen, kini porsinya telah meningkat menjadi sekitar 24 persen.
“Pertama, hybrid. Dari kontribusi hybrid, kontribusi paling besar terkait jual kita. Kalau tahun lalu cuma 5 persen, sekarang 24 persen. Artinya sangat meningkat sekali,” jelasnya.
Selain hybrid, program tukar tambah juga menjadi salah satu penopang penjualan Toyota.
Pada Agustus, capaian tukar tambah mencapai sekitar 202 unit dan menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang tahun ini.
Kontribusi konsumen pengguna merek non-Toyota yang kemudian melakukan tukar tambah ke Toyota juga meningkat.
Sebelumnya, kontribusi konsumen non-Toyota dalam program tersebut berada di bawah 20 persen, kini telah mencapai lebih dari 30 persen.
“Kontribusi non-Toyota tukar tambah ke Toyota meningkat. Sebelumnya kita pernah di bawah 20 persen, sekarang sudah di atas 30 persen. Naik 10 persen,” katanya.
Menurut Suliadin, program tukar tambah menjadi solusi bagi konsumen yang ingin melakukan upgrade kendaraan.
“Tukar tambah ini kondisi sekarang adalah solusi yang paling mudah untuk naik kelas ke Toyota,” ujarnya.
Selain hybrid dan tukar tambah, program Smart juga disebut menjadi salah satu kontributor penjualan Toyota.
Kontribusi program tersebut mencapai sekitar 25 persen dari total volume penjualan.
Memasuki September, Toyota menyiapkan sejumlah program penjualan untuk memberikan kemudahan kepada konsumen.
Salah satunya program “Serbu” dengan uang muka mulai Rp1,8 juta yang berlangsung hingga 20 September.
Suliadin berharap berbagai program tersebut dapat menjaga penjualan Toyota sekaligus mempertahankan posisi perusahaan di tengah kondisi pasar otomotif yang masih tertekan.
“Saya pikir itu tidak lepas dari dukungan teman-teman semuanya,” tutup Suliadin.



