LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mencapai US$161,66 juta atau sekitar Rp2,89 triliun, turun 7,77 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada Juli 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto mengatakan, secara kumulatif, nilai ekspor Sulawesi Selatan selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$1.021,64 juta atau sekitar Rp18,28 triliun.
“Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan pada periode Januari-Agustus 2026 mencapai US$1.021,64 juta atau sekitar Rp18,28 triliun, atau turun 4,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2025,” ujar Aryanto.
Ia menjelaskan, nikel masih menjadi komoditas dengan nilai ekspor tertinggi dari Sulawesi Selatan pada Agustus 2026, mencapai US$78,28 juta atau sekitar Rp1,40 triliun, setara 48,42 persen dari total ekspor.
Komoditas berikutnya adalah biji-bijian berminyak senilai US$22,95 juta atau sekitar Rp410,60 miliar dengan kontribusi 14,20 persen, disusul besi dan baja sebesar US$22,44 juta atau sekitar Rp401,47 miliar dengan kontribusi 13,88 persen.
Baca: Udang Vaname Tambakmi Sulsel Tembus Pasar Amerika Serikat dan Jepang
Sementara itu, ekspor kakao atau cokelat mencapai US$11,37 juta atau sekitar Rp203,42 miliar, setara 7,04 persen, sedangkan ikan dan udang mencatat nilai US$8,26 juta atau sekitar Rp147,78 miliar dengan kontribusi 5,11 persen.
Dari sisi negara tujuan, Jepang menjadi pasar ekspor terbesar Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 dengan nilai US$81,68 juta atau sekitar Rp1,46 triliun, setara 50,53 persen dari total ekspor.
Tiongkok menempati posisi berikutnya dengan nilai ekspor US$65,35 juta atau sekitar Rp1,17 triliun, setara 40,42 persen.
Adapun tiga tujuan ekspor lainnya adalah Taiwan sebesar US$3,38 juta atau sekitar Rp60,47 miliar dengan kontribusi 2,09 persen, Timor-Leste sebesar US$1,69 juta atau sekitar Rp30,24 miliar dengan kontribusi 1,05 persen, serta Filipina sebesar US$1,43 juta atau sekitar Rp25,58 miliar dengan kontribusi 0,89 persen.
Baca: Perintah Pertama Suahasil Nazara, Usai Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Berdasarkan pelabuhan muat, Malili menjadi pintu ekspor terbesar Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 dengan nilai US$78,28 juta atau sekitar Rp1,40 triliun, setara 48,42 persen dari total ekspor.
Makassar menyusul dengan nilai ekspor US$77,02 juta atau sekitar Rp1,38 triliun, dengan kontribusi 47,64 persen.
Aryanto menegaskan, nilai ekspor Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 tercatat sebesar US$161,66 juta atau sekitar Rp2,89 triliun, turun 7,77 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.I
INFOGRAFIK




