Writing
\LUMINASIA.ID, YOGYAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) mendorong masyarakat menjadikan reksa dana syariah sebagai alternatif investasi, khususnya bagi pemula, melalui kegiatan SOSEDU APRDI 2026 bertajuk PINTAR Investasi di Reksa Dana Syariah di Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (8/10/2026).
Data OJK mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) reksa dana di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 375.672 SID pada Agustus 2026, tumbuh 40,16 persen secara tahunan atau bertambah 107.632 SID dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 268.040 SID.
Program edukasi tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai investasi reksa dana yang dapat dimulai dengan dana sesuai kemampuan finansial, sekaligus memperkenalkan berbagai jenis reksa dana, termasuk reksa dana syariah.
Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, M. Maulana, mengatakan potensi pengembangan investasi reksa dana di DIY masih terbuka luas.
Total aset reksa dana di DIY tercatat mencapai Rp3,8 triliun atau setara sekitar 1,7 persen dari produk domestik regional bruto (PDRB) DIY 2026.
“Oleh karena itu, diperkenalkan Program PINTAR Reksa Dana sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas,” kata Maulana.
Sementara itu, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Yunianto, mengapresiasi dipilihnya Yogyakarta sebagai kota pertama pelaksanaan SOSEDU APRDI 2026 pada semester kedua.
Menurut Eko, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang terencana dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi dipilihnya Yogyakarta sebagai kota pertama dalam rangkaian SOSEDU APRDI 2026 pada semester kedua. Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk semakin memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya mengenai reksa dana syariah serta pentingnya membangun kebiasaan investasi yang terencana dan sesuai dengan profil risiko masyarakat,” ujar Eko.
Kegiatan SOSEDU APRDI 2026 merupakan bagian dari upaya OJK dan APRDI memperluas literasi serta inklusi keuangan di Indonesia.
Setelah menjangkau lima kota besar pada semester pertama 2026, rangkaian sosialisasi pada semester kedua dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta, Cirebon, Kediri, Palembang, dan Balikpapan sebelum ditutup di Jakarta.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, OJK dan APRDI berupaya memperluas pemahaman masyarakat agar dapat mengambil keputusan investasi secara lebih terencana.
Program ini juga menekankan pentingnya mengenali profil risiko sebelum memilih instrumen investasi sehingga masyarakat dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.




