LUMINASIA.ID - Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan peninjauan langsung kesiapan pasokan energi di Sulawesi Utara menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) berjalan lancar serta layanan kepada masyarakat tetap optimal selama periode libur akhir tahun.
Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan lapangan Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, bersama perwakilan Kementerian ESDM dan BPH Migas ke SPBU 74.951.19 Paal Dua serta Pangkalan LPG PSO Toko 3 M di Paal Dua, Kota Manado.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kesiapan pasokan energi di Sulawesi Utara berada dalam kondisi aman dan terkelola dengan baik.
“Alhamdulillah, setelah kami melakukan pengecekan, pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Utara berada dalam kondisi aman dan Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan ketahanan stok yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Natal dan Tahun Baru,” ujar Achmad.
Achmad menjelaskan bahwa peningkatan coverage day dilakukan pada seluruh produk utama, baik BBM maupun LPG, guna memastikan pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan sejak dini, mengingat Sulawesi Utara menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dari sisi distribusi, Achmad memastikan penyaluran energi berjalan lancar dan terkendali, didukung oleh kondisi geografis serta cuaca yang relatif kondusif.
“Selain memastikan ketersediaan stok, kami juga menyiapkan layanan melalui Satgas Natal dan Tahun Baru dengan empat pilar utama, yaitu layanan energi, layanan wilayah atensi, layanan promosi, serta layanan tambahan,” kata Achmad.
Ia menambahkan bahwa layanan tambahan mencakup dukungan mobil tangki, motoris, fasilitas kesehatan, serta sarana istirahat bagi masyarakat.
Achmad menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama libur akhir tahun.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Teknologi Informasi Hilir Migas, Abdul Halim, menyatakan bahwa pemerintah memastikan pasokan energi nasional aman hingga pascalibur Natal dan Tahun Baru.
“Kami telah melakukan pengecekan langsung ke terminal BBM dan sejumlah SPBU, dan stok BBM dipastikan aman hingga H+7 atau sampai 9 Januari,” jelas Abdul Halim.
Pemerintah juga memantau kesiapan SPBU siaga serta lembaga penyalur LPG dan agen yang beroperasi selama 24 jam, khususnya di wilayah wisata dan daerah dengan potensi bencana.
Kesiapan pasokan dan layanan tersebut turut dirasakan langsung oleh masyarakat yang memanfaatkan fasilitas Pertamina selama periode Natal dan Tahun Baru.
Wendy, salah seorang pengguna SPBU di Manado, menyebut layanan BBM Pertamina berjalan dengan baik dan fasilitas SPBU terasa nyaman.
“Di momen Natal aktivitas memang meningkat dan pemakaian BBM juga lebih banyak, tetapi sejauh ini aman dan tidak terasa ada kesulitan,” ujar Wendy.
Hal senada disampaikan Adi, warga lainnya, yang menilai layanan BBM selama periode Natal dan Tahun Baru berjalan lancar.
“Pelayanannya bagus, fasilitasnya nyaman, dan sejauh ini mengisi BBM tidak ada kendala,” kata Adi.

