Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Pusat Inovasi Digital Indonesia Diinisiasi, Buka Peluang Talenta Tembus Industri Keuangan

Selasa, 24 Februari 2026 14:50
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah strategis untuk memperkuat inovasi dan pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.

LUMINASIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah strategis untuk memperkuat inovasi dan pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.

Inisiatif tersebut ditandai dengan penyelenggaraan DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar secara hybrid di Kantor Bank Indonesia, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, serta jajaran Anggota Dewan Gubernur BI.


Baca: Ini Cara Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2026, Daftar Online via pintar.bi.go.id


Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya sinergi antarregulator dalam menyiapkan generasi muda sebagai motor penggerak inovasi digital.

“Kita ini bersinergi untuk membangun generasi muda yang bisa menjadi penerus-penerus untuk mereka yang kemudian ke depan ini mempunyai inovasi-inovasi digital,” ujar Friderica.

Ia menjelaskan, peserta dari seluruh Indonesia akan melalui proses kaderisasi, pembinaan, dan pelatihan guna melahirkan solusi berbasis teknologi yang aplikatif serta berdampak nyata bagi sektor jasa keuangan.

Menurut Friderica, transformasi digital telah memberi kontribusi signifikan terhadap inovasi bisnis dan perluasan inklusi keuangan. Namun, penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen tetap menjadi prioritas.

“Sektor keuangan ini sangat terbantukan dengan digitalisasi. Baik itu untuk inovasi bisnis, kemudian inklusi keuangan. Tapi tentu saja juga harus ada aspek pelindungan konsumennya,” kata Friderica.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko seiring percepatan digitalisasi, termasuk melalui penguatan kebijakan dan infrastruktur pelindungan masyarakat.

“Terutama bagaimana juga mengantisipasi berbagai risiko yang muncul dari digitalisasi tersebut. Itu kebijakan digital yang sekarang kita sudah punya, Indonesia Anti-Scam Center. Itu juga bermula dari mimpi juga, punya visi,” tegasnya.

PIDI menjadi bagian dari respons regulator untuk memastikan inovasi sektor jasa keuangan tetap menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta pelindungan konsumen yang optimal. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dan bertanggung jawab.


Baca: Sinergi OJK, BPS, dan LPS Kawal SNLIK 2026 di Sulsel dan Sulbar, Dorong Peningkatan Literasi Keuangan


DIGDAYA menjadi tahap penguatan melalui program mentoring, pembekalan, serta jejaring dengan industri agar solusi yang lahir siap diimplementasikan dan memiliki daya saing. Sementara itu, Hackathon menjadi wahana innovation experimentation untuk menjawab tantangan nasional melalui solusi teknologi secara kolaboratif dan terstruktur.

Program ini merupakan upaya bersama regulator dan industri dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Sebanyak 1.300 peserta dari kalangan mahasiswa berbagai universitas, pesantren, komunitas digital dan inovasi, serta pelaku usaha jasa keuangan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Acara juga dihadiri Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan/Etik AFTECH Harun Reksodiputro, Ketua Asosiasi APUVINDO Ari Rizaldi, Ketua Umum Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Priyanto Budi Nugroho, serta Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana.

Penyelenggaraan inisiasi PIDI sekaligus menandai dibukanya registrasi Hackathon 2026 yang terbuka bagi masyarakat umum dalam kategori profesional dan mahasiswa. Pendaftaran berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026 melalui laman resmi pidi.id.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi di (021) 29600000 atau melalui email humas@ojk.go.id.

Tags: Otoritas Jasa Keuangan Pusat Inovasi Digital Indonesia OJK Bank Indonesia

Baca Juga

BI Sulsel Dorong Penerapan Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari
BI Sulsel Dorong Penerapan Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari
OJK: Realisasi Buyback Saham Tanpa RUPS Capai Rp17,12 Triliun, Diikuti 64 Emiten
OJK: Realisasi Buyback Saham Tanpa RUPS Capai Rp17,12 Triliun, Diikuti 64 Emiten
Koperasi BLN Terbukti Himpuan Dana Masyarakat Tanpa Izin dengan Iming-iming Simpanan Berbunga 4,17 Persen per Bulan
Koperasi BLN Terbukti Himpuan Dana Masyarakat Tanpa Izin dengan Iming-iming Simpanan Berbunga 4,17 Persen per Bulan
Investor Pasar Modal Tembus 27,75 Juta, OJK Catat Tambahan 1,26 Juta Investor Baru
Investor Pasar Modal Tembus 27,75 Juta, OJK Catat Tambahan 1,26 Juta Investor Baru
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
IHSG Tertekan, OJK Tempuh Kebijakan Buyback Saham Tanpa Persetujuan RUPS
IHSG Tertekan, OJK Tempuh Kebijakan Buyback Saham Tanpa Persetujuan RUPS

Populer

  • 1
    Cerita Ketangguhan Mobil Toyota Menembus Generasi, dari Land Cruiser Masa Kecil hingga Avanza yang Tetap Andal Setelah 12 Tahun
  • 2
    LENGKAP! Ini Tahapan SPMB Makassar 2026 PAUD, SD, dan SMP, Dibuka 8 Juni Orang Tua Diminta Segera Buat Akun dan Siapkan Dokumen
  • 3
    104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Bisa Disaksikan di MAXStream TV, Harga Paket Mulai Rp25 Ribu
  • 4
    Buktikan Hubungan Wakaf Uang dan Kebahagiaan, Hendriansyah Raih Gelar Doktor di UIKA Bogor
  • 5
    Wabup Gowa: Data Sensus Ekonomi 2026 Penting untuk Kebijakan yang Tepat Sasaran

Ekonomi

  • Tring It Up dari Pegadaian Hadir di MaRI, Tawarkan Kemudahan Investasi Emas Digital Lewat Aplikasi Tring!
    Tring It Up dari Pegadaian Hadir di MaRI, Tawarkan Kemudahan Investasi Emas Digital Lewat Aplikasi Tring!
  • BI Sulsel Dorong Penerapan Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari
    BI Sulsel Dorong Penerapan Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari
  •  SMARTFREN Tegaskan Transformasi Brand dan Perkuat Posisi sebagai “Jagoan Sinyal Se-Indonesia”
    SMARTFREN Tegaskan Transformasi Brand dan Perkuat Posisi sebagai “Jagoan Sinyal Se-Indonesia”

Peristiwa

  • Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Sidang Kasus Suap Bea Cukai, Hotman Paris Siapkan Klarifikasi
    Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Sidang Kasus Suap Bea Cukai, Hotman Paris Siapkan Klarifikasi
  • KPK Tangkap Lima ASN BPK dalam Pengembangan Kasus Suap Pengadaan Smart Board di Muara Enim
    KPK Tangkap Lima ASN BPK dalam Pengembangan Kasus Suap Pengadaan Smart Board di Muara Enim
  • Prabowo Ungkap Alasan Ingin Menjadi Presiden, Nilai Indonesia Pernah Berjalan ke Arah yang Keliru
    Prabowo Ungkap Alasan Ingin Menjadi Presiden, Nilai Indonesia Pernah Berjalan ke Arah yang Keliru
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID