Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Realisasi Belanja APBN 2026 di Sulsel Capai Rp8,18 Triliun, Penerimaan Pajak Rp1,45 T

Selasa, 31 Maret 2026 13:25
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Kinerja APBN Anging Mammiri Edisi Maret 2026

MAKASSAR – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Sulawesi Selatan pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Hingga 28 Februari 2026, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp8,18 triliun atau tumbuh 12,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Senin (30/3/2026).

Pemerintah menyebut, pelaksanaan APBN di awal tahun telah berjalan dengan arah yang terukur, terutama dalam menjaga keberlanjutan layanan publik serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Dari sisi pendapatan, realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp1,45 triliun atau 10,15 persen dari target Rp14,37 triliun. Komponen terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp711 miliar serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM sebesar Rp915 miliar.

Selain itu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menyumbang Rp15,03 miliar, sementara pajak lainnya mencapai Rp183 miliar.

Di sektor kepabeanan dan cukai, penerimaan tercatat sebesar Rp32,11 miliar atau 8,60 persen dari target Rp373,43 miliar. Angka ini terdiri dari Bea Masuk Rp15,35 miliar, Bea Keluar Rp8,24 miliar, dan Cukai Rp8,52 miliar.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah terealisasi Rp619,91 miliar atau 16,85 persen dari target Rp3,68 triliun. Penerimaan ini didominasi oleh Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp413,22 miliar, sedangkan PNBP lainnya menyumbang Rp206,69 miliar.

Belanja Pemerintah Fokus Layanan dan Infrastruktur

Dari sisi belanja, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) di Sulawesi Selatan terealisasi sebesar Rp2,21 triliun atau 9,19 persen dari pagu Rp24,05 triliun.

Belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp1,51 triliun atau 13,56 persen, digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan puluhan ribu aparatur, termasuk TNI/Polri, guru, dosen, PNS, dan PPPK.

Belanja barang mencapai Rp649,99 miliar atau 7,08 persen, yang digunakan untuk mendukung operasional 727 satuan kerja dari 47 kementerian dan lembaga di wilayah ini.

Adapun belanja modal terealisasi Rp47,78 miliar atau 1,29 persen, yang diarahkan untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan di sejumlah wilayah serta pembangunan Terminal Tipe A Songka di Palopo.

Untuk belanja bantuan sosial, realisasinya mencapai Rp2,32 miliar atau 9,29 persen dari pagu Rp25 miliar, yang menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, hingga korban penyalahgunaan napza dan ODHIV.

Transfer ke Daerah Dorong Pemerataan

Transfer ke Daerah (TKD) juga menunjukkan progres signifikan dengan realisasi Rp5,97 triliun atau 22,32 persen dari pagu Rp26,77 triliun. Penyaluran ini dinilai merata di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp4,33 triliun atau 23,98 persen. Dana ini digunakan untuk sektor pendidikan, kesehatan, pembayaran gaji PPPK, hingga pendanaan kelurahan.

Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik tercatat Rp1,59 triliun atau 25,48 persen, yang dimanfaatkan untuk program seperti Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunjangan profesi guru, dan tambahan penghasilan ASN daerah.

Sementara itu, Dana Desa telah terealisasi Rp14,82 miliar atau 0,86 persen dari pagu Rp1,72 triliun, yang digunakan untuk mendukung ketahanan pangan, penanganan stunting, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Program Pemerintah Berjalan dan Berdampak

Berbagai program pemerintah pusat juga mulai memberikan dampak langsung di daerah. Hingga akhir Februari 2026, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 1,78 juta penerima manfaat melalui 629 satuan pelayanan di 24 kabupaten/kota.

Selain itu, penguatan ekonomi lokal dilakukan melalui pengembangan 1.274 gerai Koperasi Merah Putih, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,73 triliun kepada 39.900 debitur, terutama di sektor pertanian dan perdagangan.

Di sektor perumahan, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mendukung pembangunan 1.838 unit rumah dengan nilai Rp229,74 miliar.

Sementara di bidang ketahanan pangan, produksi padi di Sulawesi Selatan tercatat mencapai 5,39 juta ton dari luas lahan 1,03 juta hektare.

Fiskal Tetap Kuat dan Berperan Strategis

Secara keseluruhan, kinerja fiskal di Sulawesi Selatan dinilai tetap solid dan resilien. Pendapatan negara mencapai Rp2,11 triliun atau 11,45 persen dari target, sementara belanja negara telah terealisasi Rp8,18 triliun atau 16,10 persen dari pagu.

Pemerintah menilai, belanja yang progresif sejak awal tahun serta penyaluran transfer yang merata menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Selain itu, pembiayaan melalui KUR dan berbagai program sosial dinilai turut memperluas akses ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, APBN 2026 di Sulawesi Selatan diharapkan terus menjadi instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat layanan publik, serta menjaga daya tahan ekonomi masyarakat sepanjang tahun.

Tags: APBN Pajak

Baca Juga

Relaksasi Pajak 2025: Sanksi Telat Lapor dan Bayar Dihapus hingga Akhir Apr
Relaksasi Pajak 2025: Sanksi Telat Lapor dan Bayar Dihapus hingga Akhir Apr
Batas Lapor SPT Orang Pribadi Diperpanjang hingga 30 April 2026
Batas Lapor SPT Orang Pribadi Diperpanjang hingga 30 April 2026
Waspada Penipuan Pajak via WhatsApp Usai Lapor SPT, DJP Imbau Wajib Pajak Jangan Bagikan Data Pribadi
Waspada Penipuan Pajak via WhatsApp Usai Lapor SPT, DJP Imbau Wajib Pajak Jangan Bagikan Data Pribadi
 DJP Sulselbartra Ajar Cara Isi SPT Pajak Pakai Coretax ke Perwakilan Media di Makassar
DJP Sulselbartra Ajar Cara Isi SPT Pajak Pakai Coretax ke Perwakilan Media di Makassar
Guru dan Staf SMAN 1 Lasusua Laporkan SPT Tahunan Serentak Lewat Coretax DJP
Guru dan Staf SMAN 1 Lasusua Laporkan SPT Tahunan Serentak Lewat Coretax DJP
Sinergi dengan JMSI Sidrap, Pajak Parepare Dorong UMKM melalui Kegiatan BDS
Sinergi dengan JMSI Sidrap, Pajak Parepare Dorong UMKM melalui Kegiatan BDS

Populer

  • 1
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • 2
    Kombes Pol. Arisandi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA SPENSAB
  • 3
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
  • 4
    Kerennya Freedom 250, Tenxi ft Indah Kus Bikin Penonton Histeris dan Nyanyi Bareng
  • 5
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta

Ekonomi

  • Realisasi Belanja APBN 2026 di Sulsel Capai Rp8,18 Triliun, Penerimaan Pajak Rp1,45 T
    Realisasi Belanja APBN 2026 di Sulsel Capai Rp8,18 Triliun, Penerimaan Pajak Rp1,45 T
  • Tukar Tambah ke New Veloz Hybrid EV Ramai Diminati Usai Peluncuran
    Tukar Tambah ke New Veloz Hybrid EV Ramai Diminati Usai Peluncuran
  • Harga BBM di Sulsel Hari Ini, Diprediksi Naik Awal April
    Harga BBM di Sulsel Hari Ini, Diprediksi Naik Awal April

Peristiwa

  • Jadwal Sholat Makassar Hari Ini, 31 Maret 2026: Lengkap dari Subuh hingga Isya
    Jadwal Sholat Makassar Hari Ini, 31 Maret 2026: Lengkap dari Subuh hingga Isya
  • Niat Puasa Qadha Ramadhan: Pentingnya Memahami Makna, Hukum, dan Waktu Pelaksanaan
    Niat Puasa Qadha Ramadhan: Pentingnya Memahami Makna, Hukum, dan Waktu Pelaksanaan
  • Tekanan Global Menguat, Kenaikan BBM Jadi Ujian Daya Tahan Ekonomi Domestik
    Tekanan Global Menguat, Kenaikan BBM Jadi Ujian Daya Tahan Ekonomi Domestik
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID