MAKASSAR — Semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol tak hanya menyisakan cerita tentang kemenangan La Furia Roja menuju final.
Laga tersebut juga memicu kontroversi setelah pelatih Prancis, Didier Deschamps, secara terbuka mengkritik kualitas kepemimpinan wasit Iván Barton yang ditunjuk FIFA memimpin pertandingan.
Kritik Deschamps terhadap wasit semifinal Piala Dunia 2026 itu langsung mendapat respons dari FIFA. Direktur Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa Iván Barton merupakan salah satu wasit terbaik yang layak memimpin pertandingan sebesar semifinal Piala Dunia.
Prancis harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas.
Dua gol kemenangan Spanyol dicetak melalui penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan gol Pedro Porro pada babak kedua yang memastikan La Furia Roja melaju ke final menghadapi Argentina.
Usai pertandingan, Deschamps mengaku kecewa bukan hanya karena hasil akhir, tetapi juga terhadap sejumlah keputusan wasit Iván Barton asal El Salvador yang dinilainya merugikan Les Bleus.
Baca: Prancis vs Spanyol, Duel Ulangan Semifinal Piala Dunia 2026 Setelah 20 Tahun
Salah satu keputusan yang menjadi sorotan adalah pemberian penalti kepada Spanyol setelah Lucas Digne dianggap melanggar Lamine Yamal di kotak terlarang.
Meski mengakui Spanyol tampil lebih baik secara teknis, Deschamps mempertanyakan keputusan FIFA menunjuk Barton sebagai pengadil laga semifinal.
"Tentu saja ada kekecewaan yang sangat besar. Para pemain sangat terpukul karena kami memiliki ambisi yang tinggi," ujar Deschamps.
Ia mengakui kualitas permainan Spanyol memang berada di atas Prancis.
"Namun, saya ingin melempar satu pertanyaan yang tidak akan saya jawab sendiri, apakah wasit tersebut cukup bagus untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia? Kami mengalami beberapa situasi yang sering kali tidak menguntungkan kami," katanya.
Deschamps menegaskan dirinya tidak ingin dianggap mencari kambing hitam atas kekalahan Prancis.
"Saya tidak ingin terus membahasnya karena nanti saya terdengar seperti pecundang. Tetapi apakah wasit tersebut memenuhi standar untuk memimpin semifinal Piala Dunia? Biarlah publik yang menilai," ujarnya.
FIFA Bela Wasit Semifinal Piala Dunia
Pernyataan Deschamps langsung mendapat tanggapan dari Direktur Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina.
Mantan wasit legendaris final Piala Dunia 2002 itu menepis keraguan terhadap kualitas Iván Barton.
Saat ditanya apakah Barton layak memimpin semifinal Piala Dunia, Collina memberikan jawaban singkat namun tegas.
"Ya, tentu saja. Wasit-wasit kami adalah wasit kelas dunia," kata Collina.
Menurut FIFA, Barton telah memenuhi seluruh standar untuk memimpin pertandingan penting di Piala Dunia 2026.
Ini juga bukan kali pertama Collina turun tangan membela perangkat pertandingan sepanjang turnamen berlangsung.
Sebelumnya, FIFA juga memberikan dukungan kepada jajaran wasit setelah mendapat kritik dari sejumlah tim peserta pada fase gugur.
Baca: Erling Haaland Mati Kutu saat Hadapi Inggris, Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Prancis Akui Spanyol Lebih Baik
Terlepas dari kontroversi wasit, Deschamps tetap mengakui kekalahan timnya lebih disebabkan kualitas permainan Spanyol yang dinilai tampil lebih efektif.
Menurutnya, lini pertahanan Spanyol berhasil menutup ruang bagi Kylian Mbappe dan rekan-rekannya sehingga Prancis kesulitan mengembangkan permainan.
"Spanyol mampu bertahan dengan sangat baik. Mereka menutup semua ruang dan kami juga membuat beberapa kesalahan teknis. Sangat sulit menciptakan peluang ketika kualitas teknik kami berada di bawah standar," ujar Deschamps.
Kekalahan tersebut membuat Prancis gagal mencatatkan tiga final Piala Dunia secara beruntun.
Sementara itu, Spanyol memastikan tiket ke final dan akan menghadapi juara bertahan Argentina yang lebih dulu menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal lainnya.

