LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (SulselSulbar) terus memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui edukasi kepada 300 personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin beserta keluarga.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan PT Pegadaian itu berlangsung di Gedung Serba Guna Lanud Sultan Hasanuddin, Jumat (31/7/2026).
Dengan fokus membangun ketahanan finansial keluarga sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kejahatan keuangan digital, mulai dari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, penipuan daring hingga penyalahgunaan data pribadi.
Program edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar semakin memahami pengelolaan keuangan yang sehat, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai risiko keuangan.
Kegiatan ini dihadiri Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Vincentius Endy Hadi Putra MHan, Kepala OJK SulselSulbar Moch Muchlasin, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 7/D II Lanud Sultan Hasanuddin Lina Vincentius Endy Hadi Putra, serta sekitar 300 personel dan anggota Persatuan Istri Angkatan Udara (PIA) Ardhya Garini.
Kepala OJK SulselSulbar Moch Muchlasin mengatakan literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor jasa keuangan menuntut masyarakat tidak hanya mampu menggunakan layanan keuangan digital, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan.
"Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor jasa keuangan, masyarakat dituntut untuk tidak hanya mampu memanfaatkan berbagai layanan keuangan digital, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan," ujar Muchlasin.
Sementara itu, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Vincentius Endy Hadi Putra menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai edukasi keuangan menjadi bekal penting bagi personel TNI AU dan keluarga untuk mengelola keuangan secara sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, edukasi juga dinilai penting agar personel mampu menghindari berbagai risiko kejahatan keuangan yang terus berkembang di era digital.
Dalam sesi edukasi, OJK memaparkan materi mengenai peran lembaga tersebut dalam meningkatkan literasi keuangan digital dan pelindungan konsumen.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tugas OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan sekaligus melaksanakan edukasi dan pelindungan konsumen agar masyarakat dapat memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara aman.
OJK juga mengingatkan peserta mengenai meningkatnya berbagai modus kejahatan di sektor keuangan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Materi yang disampaikan meliputi bahaya penipuan digital, penyalahgunaan data pribadi, praktik judi online, investasi ilegal, hingga pinjaman online ilegal yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun dampak sosial.
Dalam kesempatan itu, OJK mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak memberikan PIN maupun kode One Time Password (OTP) kepada pihak lain, serta waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko.
Selain materi dari OJK, PT Pegadaian turut memperkenalkan berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
Produk tersebut meliputi layanan gadai, pembiayaan, investasi emas, hingga Tabungan Emas yang dapat menjadi alternatif dalam membangun ketahanan finansial.
PT Pegadaian juga mengingatkan pentingnya memilih produk dan layanan keuangan yang legal, aman, serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan masing-masing agar memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi.
Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, pemilihan instrumen investasi yang aman, pemanfaatan layanan keuangan digital, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban penipuan keuangan digital.
Melalui kolaborasi OJK dan PT Pegadaian, budaya sadar keuangan di lingkungan TNI Angkatan Udara diharapkan semakin kuat.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan tersebut diharapkan mampu mendorong personel Lanud Sultan Hasanuddin beserta keluarga menjadi lebih cakap dalam mengelola keuangan, memanfaatkan layanan jasa keuangan secara bijak, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan keluarga dan sistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.



