LUMINASIA.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar TPAKD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah 2025 sebagai langkah strategis untuk mempercepat perluasan akses keuangan di seluruh wilayah Sulsel.
Kegiatan yang berlangsung di Makassar pada Kamis (11/12/2025) itu dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Ishak Iskandar, mewakili Gubernur Sulsel, Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin, para bupati dan wakil bupati, Forkopimda, OPD, pelaku jasa keuangan, serta dua narasumber utama, Sunarsip dan Inyo.
Dalam sambutan mewakili Gubernur Sulsel, Dr. Ishak Iskandar menegaskan bahwa percepatan akses keuangan merupakan mandat penting dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif, UU P2SK, dan kebijakan nasional lainnya. Ia menyebut TPAKD memiliki peran sentral dalam memperkuat inklusi keuangan melalui pemanfaatan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) sebagai instrumen penyelarasan kebijakan dan integrasi dalam RPJMD 2025–2029.
Pemerintah Provinsi Sulsel menilai perlunya sinergi erat antara OPD, OJK, dan pelaku jasa keuangan untuk mewujudkan pembangunan inklusif di daerah.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin memaparkan capaian positif perekonomian Sulsel yang tumbuh 5,01 persen, penurunan kemiskinan menjadi 7,60 persen, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 75,18.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen, mengingat semakin maraknya aktivitas keuangan ilegal.
“Hingga November 2025, Satgas PASTI telah menghentikan 2.263 pinjaman online ilegal dan 354 investasi ilegal dengan potensi kerugian mencapai Rp142,22 triliun,” ujar Muchlasin.
Ia menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus diiringi peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap praktik keuangan ilegal.
Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip, menyoroti dinamika ekonomi global dan domestik yang menuntut penguatan sektor keuangan, peningkatan pembiayaan produktif, serta dukungan lebih luas bagi UMKM dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.
Ia menyatakan intermediasi sektor jasa keuangan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di daerah.
Narasumber lainnya, Inyo, yang juga Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Sulsel, memaparkan Outlook Ekonomi Sulsel 2026 yang tetap positif dan ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan komoditas unggulan daerah.
Ia menilai integrasi program TPAKD dalam perencanaan daerah berperan signifikan dalam pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi wilayah.
Forum ini juga menyoroti capaian program TPAKD Sulsel sepanjang 2025, termasuk perluasan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di desa prioritas, pembukaan lebih dari 2,15 juta rekening pelajar melalui program OSOA, percepatan penerapan QRIS, serta penguatan pembiayaan UMKM dan komoditas kakao.
Seluruh capaian tersebut mencerminkan konsistensi Sulsel dalam mempercepat inklusi keuangan secara merata.
Melalui TPAKD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah 2025, OJK Sulselbar mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pemerataan akses keuangan, peningkatan literasi masyarakat, dan penguatan kontribusi sektor jasa keuangan bagi pembangunan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

