LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Muchlasin, menyampaikan partisipasi masyarakat Sulawesi Selatan di pasar modal terus meningkat hingga April 2026.
Hal tersebut disampaikan Muchlasin dalam rilis perkembangan sektor jasa keuangan yang diterima, Sabtu (27/6/2026), seiring bertambahnya jumlah investor di berbagai instrumen investasi.
"Di sektor pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Selatan terus meningkat dan mencapai 693.135 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 67,34 persen (yoy)," ujar Muchlasin.
Ia menjelaskan, berdasarkan jenis portofolio, pertumbuhan investor tertinggi terjadi pada instrumen reksa dana yang meningkat 68,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Muchlasin, peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam aktivitas investasi di pasar modal.
"Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal serta meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang," katanya.
Baca: OJK Sulselbar Perkuat Inklusi Keuangan Masyarakat Pesisir di Desa Sumare Mamuju
Ia menambahkan, tingginya pertumbuhan investor juga menjadi indikator meningkatnya inklusi keuangan di Sulawesi Selatan.
Muchlasin mengatakan masyarakat kini semakin memanfaatkan beragam instrumen investasi yang tersedia sebagai bagian dari pengelolaan keuangan.
OJK mengingatkan bahwa setiap investor hanya memiliki satu Single Investor Identification (SID) yang dapat digunakan untuk berbagai jenis efek di pasar modal, sehingga jumlah SID bukan merupakan penjumlahan investor saham, reksa dana, maupun Surat Berharga Negara (SBN).
Baca: Saat PHK Mendadak Bikin Bingung, Reksa Dana Jadi Penopang Keuangan yang Aman
Menurut Muchlasin, peningkatan literasi keuangan yang terus dilakukan OJK bersama berbagai pemangku kepentingan turut berkontribusi terhadap bertambahnya jumlah investor di Sulawesi Selatan.
Peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal tersebut diharapkan mampu memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendorong pemanfaatan instrumen investasi yang lebih beragam untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.

