LUMINASIA.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan pergerakan positif pada Senin (13/7/2026).
Meski masih berada di bawah level psikolgis 6.000, penguatan indeks ditopang oleh kenaikan sejumlah saham sektor energi yang kembali menjadi incaran investor.
Hingga pukul 09.09 WIB, IHSG tercatat berada di level 5.929,56 atau menguat 5,20 poin setara 0,088 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 5.924,36.
Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen positif masih mewarnai pasar saham meski tekanan jual masih membayangi.
Baca: Klarna Ajukan Izin Jadi Bank di AS, Perluas Bisnis di Luar Buy Now Pay Later
Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di level 5.934,72 dan menyentuh posisi tertinggi di 5.936,88 sebelum terkoreksi ke level terendah harian 5.898,15. Indeks kemudian kembali bergerak ke zona hijau menjelang pertengahan sesi pertama.
Penguatan IHSG sejalan dengan kinerja indeks sektor energi (IDX Energy) yang naik 7,83 poin atau 0,29 persen ke level 2.738,81.
Sejumlah saham energi menjadi motor penggerak penguatan indeks pada perdagangan pagi.
Saham Bayan Resources (BYAN) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,46 persen ke level 11.475.
Disusul saham Petrosea (PTRO) yang naik 1,03 persen menjadi 3.910.
Penguatan juga dicatat Rukun Raharja (RAJA) yang menguat 0,93 persen ke level 4.330 dan Golden Energy Mines (GEMS) yang naik 0,78 persen menjadi 6.425.
Sementara Baramulti Suksessarana (BSSR) menguat 0,48 persen ke level 4.180 dan Paragon Karya Perkasa (PKPK) bertambah 0,31 persen ke level 3.190.
Di sisi lain, tekanan jual masih terjadi pada sejumlah saham energi.
Saham Super Energy (SURE) menjadi yang paling dalam terkoreksi setelah turun 8,48 persen ke level 2.590.
Saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) melemah 2,09 persen menjadi 2.340, diikuti Transcoal Pacific (TCPI) yang turun 2,08 persen ke level 5.875.
Tekanan juga dialami Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang turun 1,39 persen ke level 22.975, Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) melemah 1,19 persen ke level 2.500, serta Bukit Asam (PTBA) yang terkoreksi 0,84 persen ke level 2.360.
Baca: Satgas PASTI Hentikan Universal Peak dan BAFI Group Indonesia, Diduga Jalankan Aktivitas Ilegal
Sementara itu, Adaro Andalan Indonesia (AADI) turun 0,61 persen menjadi 8.125 dan Raharja Energi Cepu (RATU) melemah 0,47 persen ke level 5.325.
Beberapa saham energi lainnya masih bergerak stabil tanpa perubahan harga, di antaranya Prima Andalan Mandiri (MCOL) di level 3.690 dan ABM Investama (ABMM) di level 2.300.
Meski IHSG masih belum berhasil kembali menembus level 6.000, pergerakan positif sektor energi menunjukkan minat investor terhadap saham-saham berbasis energi masi

